Cara Mencatat Barang Masuk dan Keluar di Toko + Contoh Format
Stok yang kacau hampir selalu berawal dari pencatatan barang masuk dan keluar yang bolong. Ini alur sederhana, contoh format, dan kesalahan yang perlu dihindari.

Stok di catatan bilang 20, di rak tinggal 14. Selisih seperti ini hampir selalu berawal dari satu hal: ada barang masuk atau keluar yang tidak dicatat. Kabar baiknya, cara mencatat barang masuk dan keluar tidak rumit asalkan Anda punya alur yang jelas dan dijalankan setiap hari.
Panduan ini membahas jenis pergerakan barang di toko, alur pencatatannya, contoh format yang bisa langsung dipakai, serta kesalahan yang paling sering membuat stok tidak cocok.
Kenali Semua Jenis Barang Masuk dan Keluar
Banyak pemilik toko hanya mencatat kulakan dan penjualan. Padahal ada pergerakan lain yang sama pentingnya. Berikut daftarnya:
| Arah | Jenis pergerakan | Contoh |
|---|---|---|
| Masuk | Pembelian dari supplier | Kiriman 5 dus mi instan dari distributor |
| Masuk | Retur dari pelanggan | Pembeli mengembalikan sabun yang salah varian |
| Masuk | Kiriman dari cabang lain | Cabang pusat mengirim 2 karung beras |
| Keluar | Penjualan | Transaksi di kasir |
| Keluar | Barang rusak atau kedaluwarsa | Telur pecah, roti lewat tanggal |
| Keluar | Retur ke supplier | Minuman kaleng penyok dikembalikan |
| Keluar | Dipakai sendiri | Pemilik mengambil gula untuk dapur rumah |
Jika satu saja dari jenis ini tidak dicatat, angka stok pasti meleset. Yang paling sering terlupa adalah barang rusak dan barang yang diambil untuk keperluan pribadi.
Alur Pencatatan Barang Masuk dari Supplier
Barang masuk adalah titik awal stok yang benar. Ikuti langkah berikut setiap kali barang datang:
- Cocokkan dengan pesanan. Bandingkan barang yang datang dengan daftar pesanan atau nota dari supplier. Apakah jenis dan jumlahnya sama?
- Periksa kondisi. Cek kemasan rusak, tanggal kedaluwarsa, dan segel. Barang bermasalah dipisahkan dan langsung dikonfirmasi ke pengirim.
- Hitung ulang jumlah fisik. Jangan hanya percaya angka di nota. Hitung per dus atau per pcs.
- Catat di hari yang sama. Tulis tanggal, nama supplier, nama barang, jumlah, satuan, dan harga beli.
- Simpan nota. Arsipkan nota atau foto nota sebagai bukti, apalagi jika pembayaran dilakukan belakangan (tempo).
Perhatikan satuan. Jika Anda membeli per dus berisi 40 bungkus tetapi menjual per bungkus, catat stok dalam satuan jual, yaitu 40 bungkus per dus. Kekeliruan satuan adalah sumber selisih yang sangat umum.
Alur Pencatatan Barang Keluar
Penjualan
Setiap penjualan harus mengurangi stok. Di toko yang masih memakai buku, ini paling berat karena kasir harus menulis setiap transaksi. Inilah alasan banyak toko beralih ke aplikasi kasir: begitu transaksi selesai, stok otomatis berkurang.
Barang rusak dan kedaluwarsa
Siapkan satu kotak khusus untuk barang rusak. Setiap sore, catat isinya: nama barang, jumlah, dan alasan (pecah, basi, kedaluwarsa). Setelah dicatat, barang dibuang atau dikembalikan ke supplier. Catatan ini juga membantu Anda melihat barang mana yang terlalu sering rusak sehingga jumlah kulakannya perlu dikurangi.
Retur ke supplier
Saat mengembalikan barang ke supplier, catat sebagai barang keluar dan minta bukti serah terima. Jika retur dipotong dari tagihan, pastikan catatan hutang ke supplier juga ikut disesuaikan.
Pemakaian pribadi
Jika pemilik atau karyawan mengambil barang toko, catat seperti penjualan dengan harga modal atau keterangan khusus. Tanpa itu, barang terlihat hilang padahal sebenarnya dipakai sendiri.
Contoh Format Cara Mencatat Barang Masuk dan Keluar
Jika Anda masih memakai buku atau spreadsheet, format sederhana berikut sudah cukup. Satu baris untuk satu kejadian:
| Tanggal | Nama barang | Jenis | Masuk | Keluar | Sisa | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Minyak goreng 1 L | Stok awal | - | - | 24 | Hasil hitung fisik |
| 2 | Minyak goreng 1 L | Pembelian | 36 | - | 60 | Nota supplier A |
| 2 | Minyak goreng 1 L | Penjualan | - | 18 | 42 | Rekap harian |
| 3 | Minyak goreng 1 L | Rusak | - | 1 | 41 | Kemasan bocor |
| 3 | Minyak goreng 1 L | Retur pelanggan | 1 | - | 42 | Salah ukuran |
Angka di atas hanya contoh ilustrasi.
Kolom Sisa dihitung dari sisa sebelumnya ditambah masuk dikurangi keluar. Kolom Keterangan jangan dikosongkan, karena di situlah Anda bisa melacak penyebab ketika ada selisih.
Kesalahan Umum yang Membuat Stok Tidak Cocok
- Menunda pencatatan. Niatnya dicatat nanti malam, akhirnya lupa. Catat saat kejadian atau paling lambat di hari yang sama.
- Satuan tidak konsisten. Masuk dicatat per dus, keluar dicatat per pcs. Tetapkan satu satuan dasar untuk setiap barang.
- Nama barang ganda. Barang yang sama ditulis dengan nama berbeda, misalnya Gula 1 kg dan Gula Pasir 1kg, sehingga stoknya terpecah.
- Barang rusak dibuang tanpa catatan. Stok di catatan tetap ada padahal fisiknya sudah tidak ada.
- Tidak pernah mencocokkan dengan fisik. Pencatatan sebaik apa pun perlu dicek dengan stok opname berkala.
- Hanya satu orang yang tahu caranya. Saat orang itu libur, pencatatan berhenti. Ajarkan alurnya ke semua penjaga toko.
Bagi Tugas, Jadwalkan Cek, dan Manfaatkan Aplikasi
Pembagian tugas dan jadwal cek
Pencatatan akan berjalan lancar jika jelas siapa mengerjakan apa. Di toko kecil yang dijaga dua atau tiga orang, pembagian sederhana berikut biasanya cukup:
- Penerima barang bertugas mencocokkan kiriman dengan nota, menghitung, dan mencatat barang masuk. Sebaiknya orang yang sama setiap kali, agar standarnya konsisten.
- Kasir bertanggung jawab atas penjualan dan retur pelanggan yang terjadi di shift-nya.
- Pemilik atau orang kepercayaan memeriksa catatan barang rusak, retur ke supplier, dan pemakaian pribadi, lalu menandatanganinya.
Setelah itu, buat jadwal pengecekan yang realistis. Misalnya, setiap hari cek sepuluh barang paling laris, setiap minggu cek satu kelompok barang secara bergiliran, dan setiap bulan lakukan hitung fisik menyeluruh. Dengan jadwal bertahap seperti ini, selisih ditemukan lebih cepat dan penyebabnya masih mudah diingat. Bandingkan juga catatan barang rusak dari bulan ke bulan: jika satu barang terus muncul, mungkin cara penyimpanannya yang perlu diperbaiki, bukan sekadar jumlah kulakannya.
Mencatat lebih cepat dengan aplikasi kasir
Mencatat manual bisa dilakukan, tetapi memakan waktu dan rawan salah hitung, terutama jika barang Anda ratusan jenis. Aplikasi kasir mengurangi beban ini karena penjualan dan retur langsung memperbarui stok.
Di RekaPOS, paket Standard (Rp 100.000/bulan, maksimal 10 cabang) dilengkapi Kelola Barang & Stok, Stok Opname, dan Kartu Stok, sehingga setiap pergerakan barang bisa ditelusuri per tanggal. Paket ini juga mencatat Hutang & Piutang serta Kelola Supplier, jadi pembelian dengan tempo tetap terpantau. Untuk toko yang lebih kecil, paket Starter (Rp 25.000/bulan, maksimal 2 cabang) sudah mencakup Penjualan & Retur dan Kelola Barang.
Mulai Rapikan Catatan Barang Hari Ini
Pencatatan barang masuk dan keluar yang disiplin membuat Anda tahu kapan harus kulakan, barang apa yang sering rusak, dan di mana kebocoran terjadi. Mulailah dengan menghitung stok awal, lalu catat setiap pergerakan tanpa kecuali.
Jika ingin lebih praktis, coba RekaPOS gratis 14 hari dengan semua fitur aktif. Masukkan beberapa barang, catat pembelian dan penjualan, lalu lihat bagaimana stok Anda terbarui dengan sendirinya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja yang termasuk barang keluar di toko?
Barang keluar meliputi penjualan, barang rusak atau kedaluwarsa, retur ke supplier, kiriman ke cabang lain, dan barang yang dipakai sendiri. Semua harus dicatat agar stok akurat.
Kapan sebaiknya barang masuk dicatat?
Sebaiknya saat barang diterima, setelah dicocokkan dengan nota dan dihitung ulang. Paling lambat di hari yang sama agar tidak terlupa.
Bagaimana jika stok catatan berbeda dengan stok fisik?
Telusuri catatan barang tersebut, cek apakah ada barang rusak, retur, atau salah satuan yang belum dicatat. Setelah itu lakukan penyesuaian lewat stok opname dan tuliskan penyebabnya.
Apakah perlu mencatat barang yang dipakai sendiri?
Perlu. Barang yang diambil untuk keperluan pribadi tetap mengurangi stok, jadi catat dengan keterangan khusus agar tidak dianggap hilang.