Coba gratis

QRIS untuk UMKM: Cara Daftar, Biaya MDR, dan Manfaatnya

QRIS membuat toko kecil bisa menerima pembayaran dari banyak aplikasi lewat satu kode. Pelajari cara daftar, memahami biaya MDR, dan mencatat transaksinya dengan rapi.

Tim RekaPOS · · 6 menit baca
Pemilik warung menunjukkan stiker QRIS untuk UMKM di meja kasir sementara pembeli memindai kode dengan ponsel

Makin banyak pembeli datang ke warung tanpa membawa uang tunai, dan QRIS untuk UMKM menjadi cara paling praktis untuk tetap melayani mereka. Artikel ini menjelaskan apa itu QRIS, cara mendaftarkannya, apa yang dimaksud biaya MDR, serta cara mencatat transaksinya supaya uang toko tidak tercampur dan selisih kas tidak membingungkan.

Apa Itu QRIS dan Manfaat QRIS untuk UMKM

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR pembayaran nasional yang ditetapkan Bank Indonesia. Dulu, toko yang ingin menerima pembayaran dari beberapa aplikasi harus memajang banyak kode QR sekaligus. Dengan QRIS, cukup satu kode untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi mobile banking dan dompet digital yang sudah mendukung QRIS.

Alurnya sederhana: pembeli membuka aplikasi pembayaran di HP, memindai kode QRIS toko, memasukkan nominal (atau nominal sudah terisi jika memakai QRIS dinamis), lalu mengonfirmasi dengan PIN. Beberapa detik kemudian, notifikasi dana masuk muncul di aplikasi milik toko. Tidak perlu mesin EDC, tidak perlu kabel, cukup stiker dan HP untuk mengecek notifikasi.

Bagi usaha kecil, manfaatnya terasa langsung:

  • Tidak kehilangan pembeli yang hanya membawa HP, terutama anak muda dan pekerja kantoran.
  • Mengurangi urusan uang kembalian, karena pembeli membayar persis sesuai nominal.
  • Lebih aman, karena uang tunai yang disimpan di laci kasir berkurang.
  • Ada jejak transaksi di aplikasi penyedia, yang berguna saat mencocokkan penjualan.
  • Membangun riwayat keuangan yang bisa membantu ketika suatu saat Anda mengajukan pembiayaan usaha.

Cara Daftar QRIS untuk Toko Kecil

QRIS diterbitkan oleh penyelenggara jasa pembayaran (PJP) yang berizin, misalnya bank atau perusahaan dompet digital. Prosesnya berbeda-beda di tiap penyedia, tetapi gambaran umumnya seperti ini:

  1. Pilih penyedia. Mulailah dari bank tempat Anda sudah punya rekening, karena dana hasil penjualan nantinya masuk ke rekening tersebut. Bandingkan juga waktu pencairan dana dan layanan pelanggannya.
  2. Siapkan dokumen. Umumnya diminta KTP pemilik, nomor rekening, foto tempat usaha, dan data usaha seperti nama toko serta alamat. Sebagian penyedia juga meminta NPWP atau surat keterangan usaha, tergantung jenis dan skala usaha.
  3. Isi formulir pendaftaran, baik lewat aplikasi, situs resmi penyedia, maupun langsung di kantor cabang.
  4. Tunggu verifikasi. Penyedia akan memeriksa data Anda. Lamanya bervariasi, dari beberapa hari hingga beberapa minggu.
  5. Terima kode QRIS dalam bentuk stiker atau berkas yang bisa dicetak, lalu pasang di dekat meja kasir.
  6. Uji coba transaksi dengan nominal kecil menggunakan HP Anda sendiri, lalu pastikan notifikasi masuk dan dana tercatat dengan benar.

Tips: daftarkan nama toko persis seperti papan nama usaha Anda. Pembeli akan melihat nama itu saat memindai, sehingga mereka yakin membayar ke tempat yang benar.

Memahami Biaya MDR QRIS

MDR (Merchant Discount Rate) adalah biaya yang dikenakan kepada pedagang atas setiap transaksi yang diterima lewat QRIS. Biaya ini dipotong dari nominal transaksi sebelum dana masuk ke rekening Anda. Jadi, jika pembeli membayar Rp 50.000, dana yang Anda terima bisa sedikit lebih kecil, tergantung besaran MDR yang berlaku.

Besaran MDR diatur oleh Bank Indonesia dan bisa berbeda menurut kategori usaha serta nominal transaksi. Ketentuannya juga dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, selalu cek ketentuan MDR terbaru langsung di bank atau penyedia QRIS Anda sebelum mendaftar, dan tanyakan hal-hal berikut:

  • Berapa MDR untuk kategori usaha saya, dan apakah ada perbedaan menurut nominal transaksi?
  • Apakah ada biaya lain, misalnya biaya pendaftaran, biaya bulanan, atau biaya pencairan dana?
  • Kapan dana masuk ke rekening: di hari yang sama, keesokan hari, atau sesuai jadwal tertentu?
  • Di mana saya bisa melihat rincian potongan per transaksi?

Satu hal penting: Bank Indonesia melarang pedagang membebankan MDR kepada pembeli. Artinya, Anda tidak boleh menaikkan harga khusus untuk pembeli yang membayar dengan QRIS. Kalau MDR terasa memberatkan, perhitungkan dalam penetapan harga jual secara umum, bukan sebagai biaya tambahan di kasir.

Contoh hitungan sederhana

Sebagai ilustrasi saja, misalkan sebuah warung menerima transaksi QRIS senilai Rp 3.000.000 dalam sebulan dan dikenakan MDR tertentu. Hitung potongannya dengan rumus total transaksi QRIS x persentase MDR. Bandingkan angka tersebut dengan manfaat yang Anda dapat: berapa pembeli yang tidak jadi pergi karena bisa bayar nontunai, dan berapa kali Anda tidak perlu repot mencari uang receh. Bagi banyak toko, tambahan penjualan ini lebih besar daripada potongannya.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

QRIS aman jika digunakan dengan benar, tetapi ada beberapa celah yang sering dimanfaatkan orang iseng:

  • Bukti transfer palsu. Jangan hanya melihat layar HP pembeli. Pastikan notifikasi masuk di aplikasi atau perangkat milik toko.
  • Stiker QRIS ditimpa. Periksa stiker QRIS secara berkala agar tidak ditempeli kode lain. Laminasi stiker dan letakkan di tempat yang terlihat kasir.
  • Akun dipegang banyak orang. Batasi siapa saja yang bisa mengakses aplikasi penerimaan dana, dan jangan bagikan PIN.
  • Gangguan sinyal. Sesekali pembayaran tertunda. Sepakati prosedur: tunggu beberapa saat, cek ulang, dan jangan serahkan barang sebelum dana terkonfirmasi.

Cara Mencatat Transaksi QRIS agar Kas Tetap Rapi

Masalah yang paling sering muncul setelah toko memakai QRIS bukan soal teknologinya, melainkan pencatatannya. Uang tunai ada di laci, uang QRIS ada di rekening, dan saat tutup toko pemilik bingung kenapa uang di laci tidak sama dengan total penjualan.

Solusinya adalah memisahkan metode pembayaran sejak transaksi terjadi:

  1. Saat pembeli membayar, kasir mencatat apakah pembayaran itu tunai atau nontunai.
  2. Saat tutup toko, hitung uang di laci dan cocokkan hanya dengan total penjualan tunai.
  3. Cocokkan total penjualan nontunai dengan riwayat dana masuk di aplikasi penyedia QRIS.
  4. Jika ada selisih, telusuri per transaksi pada hari yang sama, selagi kasir masih ingat kejadiannya.

Di sinilah aplikasi kasir sangat membantu. Di RekaPOS, setiap pembayaran di kasir bisa dicatat sebagai tunai atau nontunai, termasuk debit, kredit, dan dompet digital. Karena metode bayar sudah tercatat di setiap transaksi, Anda punya dasar yang jelas saat mencocokkan uang, dan laporan penjualan serta laporan selisih membantu Anda melihat perbedaan antara uang yang seharusnya ada dan yang benar-benar dihitung. Perlu dicatat, RekaPOS tidak menerbitkan kode QRIS untuk toko; kode QRIS tetap Anda dapatkan dari bank atau penyedia pilihan Anda, sedangkan RekaPOS membantu pencatatan dan laporannya.

Checklist Sebelum Mulai Menerima QRIS

Hal yang dicekKeterangan
Rekening usahaSebaiknya terpisah dari rekening pribadi agar arus kas mudah dipantau.
Ketentuan MDRSudah ditanyakan ke penyedia, termasuk biaya lain dan jadwal pencairan.
Notifikasi dana masukAktif di perangkat toko, bukan hanya di HP pribadi pemilik.
Posisi stiker QRISTerlihat jelas oleh pembeli dan selalu dalam pengawasan kasir.
Prosedur kasirKasir tahu cara mengonfirmasi pembayaran dan mencatat metode bayar.
Rekap harianAda jadwal mencocokkan penjualan nontunai dengan dana masuk.

Penutup: Terima QRIS, Rapikan Pencatatannya

QRIS untuk UMKM bukan lagi pilihan tambahan, melainkan cara agar toko tetap relevan dengan kebiasaan belanja pembeli. Daftar lewat penyedia yang Anda percaya, pahami biaya MDR-nya dari sumber resmi, lalu pastikan setiap transaksi tercatat dengan metode bayar yang benar. Jika Anda ingin rekap tunai dan nontunai yang rapi setiap hari tanpa repot menghitung manual, coba RekaPOS gratis 14 hari dengan semua fitur, lalu lihat harga paket yang sesuai skala usaha Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah UMKM bisa daftar QRIS tanpa NPWP?

Bisa, tergantung penyedia dan skala usaha. Banyak penyedia hanya meminta KTP, rekening, dan foto tempat usaha untuk usaha mikro, tetapi sebaiknya tanyakan langsung persyaratan terbaru ke bank atau penyedia pilihan Anda.

Berapa biaya MDR QRIS untuk usaha kecil?

Besaran MDR diatur Bank Indonesia dan bisa berbeda menurut kategori usaha serta nominal transaksi, dan ketentuannya dapat berubah. Cek ketentuan terbaru langsung di bank atau penyedia QRIS Anda sebelum mendaftar.

Bolehkah biaya MDR dibebankan ke pembeli?

Tidak boleh. Pedagang dilarang menambahkan biaya MDR kepada pembeli, sehingga harga untuk pembayaran QRIS harus sama dengan harga tunai.

Kapan uang dari transaksi QRIS masuk ke rekening?

Waktu pencairan berbeda di tiap penyedia, ada yang di hari yang sama dan ada yang di hari kerja berikutnya. Tanyakan jadwal ini saat mendaftar agar Anda bisa mengatur arus kas toko.

Bagaimana cara mencatat penjualan QRIS di aplikasi kasir?

Catat transaksi QRIS sebagai pembayaran nontunai saat di kasir, lalu cocokkan totalnya dengan riwayat dana masuk di aplikasi penyedia. Dengan begitu, uang di laci hanya dicocokkan dengan penjualan tunai.

Artikel lainnya