Coba gratis

Cara Mengelola Stok Barang agar Toko Tidak Rugi

Stok yang berlebihan membuat modal macet, stok yang kurang membuat pembeli kabur. Pelajari cara mengelola stok barang yang seimbang, lengkap dengan rumus dan contoh hitungan.

Tim RekaPOS · · 6 menit baca
Pegawai toko menghitung dus di gudang sebagai contoh cara mengelola stok barang dengan rapi

Banyak toko terlihat ramai tetapi untungnya tipis, dan sering kali penyebabnya ada di gudang. Cara mengelola stok barang yang benar adalah menjaga keseimbangan: cukup untuk melayani pembeli, tetapi tidak berlebihan sampai modal mengendap atau barang kedaluwarsa. Panduan ini memberi langkah praktis, rumus sederhana, dan contoh hitungan yang bisa langsung dipakai di toko Anda.

Mengapa Stok Bisa Membuat Toko Rugi

Stok adalah uang dalam bentuk barang. Selama barang belum terjual, uang Anda tertahan di rak. Ada empat jenis kerugian yang paling sering muncul akibat stok yang tidak terkelola:

  • Modal mengendap. Barang yang dibeli terlalu banyak membuat uang tidak bisa dipakai untuk membeli barang lain yang lebih laku.
  • Kehabisan barang laris. Pembeli yang tidak menemukan barang yang dicari akan membeli di tempat lain, dan belum tentu kembali.
  • Barang rusak dan kedaluwarsa. Makanan, minuman, obat, dan kosmetik punya umur. Barang yang terlambat dijual berakhir di tempat sampah.
  • Barang hilang tanpa jejak. Tanpa catatan keluar-masuk, selisih akibat salah hitung, salah input, atau pencurian sulit dilacak.

6 Langkah Cara Mengelola Stok Barang

Keenam langkah berikut saling melengkapi. Anda tidak harus menerapkan semuanya dalam sehari; mulai dari langkah pertama, lalu tambahkan langkah berikutnya setelah kebiasaan sebelumnya berjalan.

Langkah 1: Kelompokkan Barang dengan Analisis ABC

Tidak semua barang perlu perhatian yang sama. Analisis ABC membantu Anda menentukan barang mana yang harus dipantau paling ketat, berdasarkan kontribusinya terhadap nilai penjualan.

KelompokCiri-ciriCara memperlakukan
ASedikit jenis barang, tetapi menyumbang sebagian besar nilai penjualanPantau setiap minggu, jangan sampai kosong, hitung fisik lebih sering
BJumlah jenis dan nilai penjualan menengahPantau dua mingguan, pesan ulang secara rutin
CBanyak jenis barang, tetapi nilai penjualannya kecilPantau bulanan, pesan dalam jumlah kecil, evaluasi apakah perlu dijual

Caranya: urutkan barang dari nilai penjualan bulanan tertinggi. Barang di urutan teratas yang nilainya paling besar masuk kelompok A, sisanya dibagi ke B dan C. Di toko sembako, kelompok A biasanya berisi beras, minyak goreng, gula, telur, dan rokok. Di petshop atau toko bangunan, isinya tentu berbeda, dan justru di situlah gunanya data penjualan toko Anda sendiri.

Langkah 2: Tentukan Stok Minimum dan Titik Pesan Ulang

Stok minimum adalah batas bawah yang menjadi tanda bahwa barang harus segera dipesan. Rumus sederhananya:

Titik pesan ulang = (rata-rata penjualan per hari x lama pengiriman dalam hari) + stok pengaman

Contoh ilustrasi: sebuah toko menjual rata-rata 8 karung beras 5 kg per hari. Supplier butuh 3 hari untuk mengirim. Agar aman dari lonjakan permintaan, pemilik menyiapkan stok pengaman setara 2 hari penjualan, yaitu 16 karung. Maka titik pesan ulangnya adalah (8 x 3) + 16 = 40 karung. Begitu stok beras menyentuh 40 karung, saatnya memesan.

Tentukan juga stok maksimum, yaitu batas atas agar Anda tidak membeli berlebihan. Pertimbangkan ruang gudang, umur simpan barang, dan modal yang tersedia. Stok maksimum beras mungkin cukup untuk dua minggu, sedangkan roti hanya untuk dua sampai tiga hari.

Langkah 3: Terapkan FIFO atau FEFO di Rak dan Gudang

FIFO (First In, First Out) berarti barang yang datang lebih dulu dijual lebih dulu. FEFO (First Expired, First Out) berarti barang yang kedaluwarsa lebih cepat dijual lebih dulu. Untuk barang yang punya tanggal kedaluwarsa, FEFO lebih aman karena kiriman baru kadang justru memiliki tanggal kedaluwarsa lebih pendek.

Penerapannya di lapangan:

  • Saat mengisi rak, tarik barang lama ke depan dan letakkan barang baru di belakang.
  • Tulis tanggal kedatangan pada dus di gudang dengan spidol besar.
  • Jadwalkan pengecekan tanggal kedaluwarsa setiap minggu untuk produk susu, roti, makanan ringan, dan obat-obatan ringan.
  • Barang yang mendekati kedaluwarsa bisa dipajang di dekat kasir atau dijual dalam paket hemat sebelum terlambat.

Langkah 4: Catat Keluar-Masuk Barang dengan Kartu Stok

Kartu stok adalah catatan riwayat setiap barang: kapan masuk, kapan keluar, untuk apa, dan berapa sisanya. Dengan kartu stok, Anda bisa menjawab pertanyaan seperti “ke mana perginya 5 botol sirup yang tidak terjual?” karena setiap pergerakan terekam.

Yang perlu tercatat di kartu stok:

  • Barang masuk dari supplier, lengkap dengan tanggal dan jumlah.
  • Barang keluar karena penjualan.
  • Retur dari pembeli dan retur ke supplier.
  • Barang rusak, kedaluwarsa, atau dipakai sendiri.
  • Penyesuaian hasil stok opname.

Mencatat semua ini secara manual memang melelahkan. Itulah sebabnya banyak toko beralih ke aplikasi kasir yang mengurangi stok otomatis setiap kali barang terjual. Di RekaPOS paket Standard, Anda mendapat fitur kelola barang dan stok, kartu stok, stok opname, serta pencatatan supplier, sehingga riwayat setiap barang bisa ditelusuri tanpa membuka tumpukan buku.

Langkah 5: Lakukan Stok Opname Secara Rutin

Stok opname adalah kegiatan menghitung barang fisik lalu membandingkannya dengan catatan. Sebaik apa pun pencatatan Anda, selisih tetap bisa terjadi, dan stok opname adalah cara untuk menemukannya sebelum menumpuk.

  1. Tentukan jadwal. Barang kelompok A bisa dihitung setiap minggu, sedangkan seluruh toko cukup sebulan sekali.
  2. Pilih waktu sepi, misalnya sebelum buka atau setelah tutup, agar tidak ada transaksi selama penghitungan.
  3. Hitung per rak atau per kategori, jangan acak, supaya tidak ada barang yang terlewat atau terhitung dua kali.
  4. Bandingkan hasil hitung dengan catatan dan tandai barang yang selisih.
  5. Telusuri penyebab selisih lewat kartu stok sebelum menyesuaikan angka.
  6. Simpulkan dan perbaiki prosedur, misalnya memperketat pengecekan barang datang jika selisih sering berasal dari penerimaan barang.

Langkah 6: Tangani Barang yang Tidak Laku

Barang mati adalah barang yang lama tidak terjual. Semakin lama dibiarkan, semakin kecil nilainya. Beberapa cara menanganinya:

  • Kembalikan ke supplier jika ada kesepakatan retur.
  • Jual dalam paket bersama barang laris, misalnya sabun cuci yang jarang laku dipaketkan dengan deterjen favorit.
  • Beri potongan harga terbatas dan pajang di tempat strategis.
  • Catat sebagai pelajaran agar barang serupa tidak dibeli ulang dalam jumlah besar.

Kesalahan Umum yang Membuat Stok Berantakan

  • Memesan berdasarkan perasaan. Merasa barang cepat habis belum tentu benar. Lihat data penjualan minimal empat minggu terakhir sebelum memutuskan jumlah pesanan.
  • Tergiur diskon pembelian besar. Potongan harga dari supplier menarik, tetapi tidak ada artinya jika barang baru habis enam bulan kemudian atau kedaluwarsa lebih dulu.
  • Tidak mencatat barang yang dipakai sendiri. Mi instan untuk makan siang penjaga atau sabun untuk membersihkan toko tetap mengurangi stok, jadi tetap harus dicatat.
  • Menyesuaikan angka tanpa mencari penyebab. Mengubah catatan agar sama dengan hasil hitung memang membuat angka rapi, tetapi masalah yang sama akan terulang bulan depan.

Checklist Pengelolaan Stok Mingguan

  • Cek barang kelompok A: apakah ada yang mendekati titik pesan ulang?
  • Susun daftar pesanan berdasarkan data penjualan, bukan perkiraan.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa dan rapikan rak dengan prinsip FEFO.
  • Cocokkan barang yang datang dengan nota supplier.
  • Tinjau barang yang tidak terjual selama sebulan terakhir.

Penutup: Stok Rapi, Modal Berputar

Cara mengelola stok barang yang baik bukan soal menimbun sebanyak mungkin, melainkan memastikan setiap rupiah modal berputar menjadi penjualan. Mulailah dengan mengelompokkan barang, menetapkan stok minimum, dan rutin melakukan stok opname. Jika ingin stok berkurang otomatis setiap transaksi dan kartu stok tersedia tanpa dicatat manual, coba RekaPOS gratis 14 hari atau lihat harga paket untuk memilih yang sesuai kebutuhan toko Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa cara paling sederhana mengelola stok barang di toko kecil?

Mulailah dengan mencatat setiap barang masuk dan keluar, tetapkan stok minimum untuk barang laris, dan hitung fisik barang secara rutin. Tiga kebiasaan ini sudah mencegah sebagian besar masalah stok.

Apa bedanya FIFO dan FEFO?

FIFO menjual barang yang datang lebih dulu, sedangkan FEFO menjual barang yang kedaluwarsa lebih dulu. Untuk makanan, minuman, dan obat, FEFO lebih aman.

Berapa kali stok opname sebaiknya dilakukan?

Untuk toko kecil, stok opname menyeluruh bisa dilakukan sebulan sekali, sedangkan barang bernilai tinggi atau paling laris sebaiknya dihitung setiap minggu.

Bagaimana cara menghitung stok minimum?

Kalikan rata-rata penjualan per hari dengan lama pengiriman dari supplier, lalu tambahkan stok pengaman. Hasilnya menjadi titik untuk memesan ulang barang tersebut.

Artikel lainnya